Part 3
19 Maret 2016
Jam : 18.30 WIB
Hari berlalu dengan cepat. Hari itu juga gue cuman libur kerja sehari sebab paginya gue udah berangkat karena bos gue bilang kalau Jaringan internetnya udah bisa. Gue gak langsung pulang karena Tere minta gue untuk main lagi ke Kedai miliknya. Walaupun sebelahan dengan warnet gue, gue gak terlalu tahu persis keadaan Kedai milik Tere. Karena posisi warnet gue juga ramai dan gue udah bawa perbekalan dari rumah rumah buat makan siang, jadi gue gak terlalu sering ngamatin keadaan di luar.
Saat gue masuk ke Kedai, posisi Kedai lagi rame pengunjung dan Mungkin karena malam itu adalah malam minggu. Gue liat ada Tere yang lagi di Bar, sedangkan Nita gak tahu ada dimana dan ada satu lagi karyawan yang belum gue kenal lagi ngerapihin meja. Gue langsung nyamperin Tere...
Gue : " Hai Tere "
Tere jawab dengan nada heboh..
Tere : " NEEEESAAAAAAAA !! "
Gue : " Ya ampun, heboh banget koe ki lho. Biasa wae napa! " ( Logat jawa )
Tere : " Suka-suka saya dong "
Gue : " Iye-iye. Nita dimana kok gak keliatan? "
Tere : " Kamu nyarinya yang ada-ada napa Saa "
Gue : " Ribet banget sih "
Tere : " Tuh ada di dapur lagi nyiapin pesanan "
Gue : " Oh, gue pesen Espresso dong. Sama pisang coklatnya satu yak "
Tere : " Siapp "
Saat gue mau duduk tere nyuruhh supaya duduk di kursi Bar..
Tere : " Eh kamu duduk di sini aja. Aku pengen gitar'an lagi "
Gue : "Ogah "
Tere : " UDAH POKOKNYA SINIIIIIIIIII!! " ( Nada keras )
Dalem ati gue : " Buset ni cewek malu-maluin gue aje dah. Mana orang-orang pada ngeliatin gue lagi anjir "
Gue : " ......... "
Gue : " Iye-iye "
Tere : " YAUDAH SINI "
Tepok jidat...
Dan saat gue mau masuk ke Bar, si Nita keluar dan nyapa gue...
Nita : " Nessa "
Gue : " Yo "
Nita : " Udah lama di sini? "
Gue : " Barusan "
Gue : " Kalau lu mau ngobrol, anterin dulu itu pesanan "
Nita : " Oh iya gue lupa "
Gue masuk ke Bar dan Nita nganterin pesanan...
Gue duduk...
Tere : " Nih Espressomu "
Gue : " Makasih "
Tere : " Gue ambil gitarnya dulu "
Gue : " Emang dimana? "
Tere jawab dengan tersenyum...
Tere : " Huh, di rumah "
Gue : " Dih, gausah kalau gitu "
Tere : " Yaudah tapi kamunya jangan pulang buru-buru "
Gue : " Lah kenapa? "
Tere : " Aku butuh temen ngobrol "
Gue : " Nita kan ada sama karyawan lo satu lagi itu "
Tere : " Mereka sibuk sama tugas masing-masing "
Nita datang...
Nita : " Meja 5 mesen Caffe Latte "
Dan Tere senyum lagi dengan tatapan yang begitu indah ke gue dan bilang...
Tere : " Kita teman kan? :) "
Sungguh hati gue berdetak kencang karenanya. Senyum itu adalah senyuman langka, yang mungkin hanya bisa kau temui 4-5 kali saja dalam hidupmu. Dia terlihat percaya dan mengerti dirimu, seperti yang kau inginkan dari orang lain agar mengerti tentangmu. Dia terlihat begitu sempurna. Kecantiknya, sopan santunnya, ceria adalah anugerah terindah yang pernah gue dapatkan. Tuhan, sungguh aku ingin memilikinya...
Jam 20.55 WIB
Kedai sudah mulai sepi pengunjung, hanya ada 1 pasangan anak muda. Rencana gue pulang jam 8 batal karena rasa nyaman gue di tempat itu walaupun kami kenal tidak belum begitu lama.
Karena sepinya pengunjung, kami bertiga
Kita ngobrol...
Nita : " Capek amat ini hari dah "
Gue : " Namanya juga kerja "
Tere : " Makasih udah main ke sini Nes "
Gue : " He'em "
Nita : " Eh Ter, sekarang si Nanda ganteng kali dia sekarang. Dulu waktu SMA padahal kurus, muka suram, seragam lecek juga.
Tere : " Namanya juga puberty. Kamu sendiri dulu cuek penampilan. Nah liat dah kamu yang sekarang... Make up menor kayak ibuk-ibuk "
Nita : " Namanya juga cewek. Kalau gak dandan, mana ada yang mau deketin "
Tere : " Hadeh "
Nita : " Cowok gue juga pengennya gue tampil apa adanya, cuman akunya suka gak PD gitu kalo tampil natural "
Tere : " Make up'an gak apa-apa asal jangan terlalu menor gitu "
Nita : " Hehehehe "
Tere : " Nessa aku minta kontak kamu dong :) "
Gue : " Kontak apaan? "
Tere : " Whatsapp, Line atau Facebook gitu "
Gue : " 085228***09* "
Tere : " Yailah bentar aku ambil HP "
Gue : " He'em "
Nita : " Acc punya gue dong "
Gue : " Bentar "
Gue ngambil HP dalem tas...
Tere : " Acc punyaku juga "
Gue : " ..... "
Gue : " Udah "
Gue : " Itu masnya namanya siapa si Nit? " ( Gue nunjuk karyawan tadi )
Nita : " Oh itu Reza, dia udah kerja di sini sejak awal ini Kedai buka "
Tere duduk samping gue..
Tere : " Warnet kamu kan samping Kedaiku, kok bisa kamu ga tau? "
Gue : " Jarang liat keadaan luar guenya, lo aje gak tahu tentang gue sebelumnya kan? "
Tere : " Iya juga sih, kalau gak di kenalin Nita "
Nita : " Makasih ke gua dong "
Tere : " ..... "
Gue : " Ini Kedai baru buka kan? "
Tere : " Iya baru dua bulan "
Gue : " Bagus ini udah rame "
Tere : " Iya alhamdulillah "
Nita ngomong ke Reza yang lagi bersihin piring...
Nita : " Reza itu tinggal aja nanti biar aku yang bersihin. Kamu pulang duluan gih "
Reza : " Nanggung mbak, sekalian aja "
Nita : " Kamu kalau langsung pulang gak apa-apa, Za "
Reza : " Iya mbak "
Gue : " Lo gak pulang Nit? "
Nita : " Nunggu jemputan, bentar lagi paling "
Gue : " Lo sendiri gimana Ter? "
Tere : " Gampang kalau aku mah. By the way, kamu bawa motor sendiri kan Saa? "
Gue : " Yo'i "
Tere : " Anterin aku pulang ya(?) "
Gue : " Gak ah rumah lo jauh "
Tere : " Idih Nessa. Aku kasih uang bensi di tambah pesenan kamu tadi gratis deh "
Gue : " Lah jangan, ngapain pakai uang bensin segala "
Tere : " Yaudah anterin aku pulang. Rumahku 15 menitan dari sini kok "
Nita : " Anterin aja Saa, mayan juga boncengin cewek cakep "
Tere : " Anterin ya plisss "
Gue : " Iye-iye, kan kita teman "
Dan lagi Tere tersenyum ceria mendengar jawaban gue...
Gue : " Lha trus tadi lo naik apa pas berangkat kerja Ter? "
Nita nyaut...
Nita : " Dia berangkat naek Taksi "
Reza pamit...
Reza : " Mbak, mas, pamit pulang dulu "
Tere : " Rezza ati-ati di jalan "
Reza : " Iya mbak "
Jam 21.35 WIB
Nita udah pulang, tinggal gue sama Tere juga nyusul pulang. Dan lagi, di jalan gue ngobrol sama Tere tentang Nita...
Gue : " Lo kayaknya udah akrab gitu sama Nita "
Tere : " Kan emang kita berdua itu udah temenan sejak kecil "
Gue : " Jadi maksudnya gimana nih(?) Kok Nita bisa kerja bareng elo Ter? "
Tere : " Semulanya aku punya 3 karyawan, 1 Cowok dan 2 lagi cewek. Nah, 2 cewek itu mau fokus ngelarin skripsinya jadi izin ke aku buat keluar kerja. Trus, aku kan kurang karyawan gitu Saa.. Akhirnya aku minta Nita buat kerja bantuin aku sementara "
Gue : " Keren juga si Nita mau bantuin elo ter "
Tere : " Kan kita udah temenan sejak lama "
Gue : " Gue gak tahu jalan area sini lho. Lo arahin gue yak "
Tere : " Iya, kamu lurus aja. Nanti kalo udah mau belok aku kasih tahu "
Jam 21.52 WIB
Sampai di depan rumah Tere, Tere ngajakin buat mampir dulu tapi karena udah malem, akhirnya gue nolak buat mampir.
Tere : " Mampir dulu Saa "
Gue : " Gak enak sama bapak ibumu, udah malem ini kan "
Tere : " Di rumah cuman ada pembantu doang Saa. Mampir dulu aja "
Gue : " Gak ah, aku langsung pulang. Capek juga ini "
Tere : " Yaudah kamu ati-ati di jalan "
Gue : " Byee "
Tere : " Byeee Nessa "
Saat gue sampai kost dan selesai mandi, ibu gue telfon 3x gak gue angkat dan akhirnya sms
" Nak kamu dimana? Ibu pengen ngomongin sesuatu " tetapi gak gue bales...
Malam itu gue kesusahan untuk tidur. Pikiran gue di penuhi rasa kepada Tere. Malam itu juga ngerti bagaimana rasa arti cinta itu. Saat lo jatuh cinta, pikiran lo akan jauh memandang ke masa depan. Pikiran akan menghayal bagaimana kita akan bersama dan tertawa menjalani kehidupan bersama. Tak sadar gue tertawa sendiri dengan khayalan serta mimpi gue untuk ngejalani kehidupan yang pahit ini bersama-sama. Sekali lagi gue berdoa dengan ikhlas memohon kepada Tuhan, supaya gue bisa memilikinya...
Jam 23.30 WIB
Waktu terus berjalan sementara gue makin tersesat dengan khayalan yang belum tentu bisa gue gapai. Hp gue berdering, dan ternyata ada chat Whatsapp dari Tere..
Tere : " Nessa, kamu udah tidur? :) "
Gue bales chat darinya dengan semangat...
Gue : " Belum... Insomnia gue nih "
Tere : " Video Call yuk "
Gue : " Hah? Seriusan? :O "
Tere : " Mau gak? Aku bingung mau ngapain, tidur juga gak bisa gara-gara kepikiran sesuatu "
Gue : " Kepikiran apaan emang? "
Tere : " Aku ceritain nanti di VC "
Gue : " Sek tak ambil earphone. Mana lupa lagi gue taruh dimana "
Tere : " Aku tunggu "
Jeda 3 menit, akhirnya gue nemuin earphone gue di kolong lemari...
Gue : " Ayuk Ter "
Tere ngecall gue dan kita mulai VC'an..
Tere : " Kamu malah keliatan ganteng di VC saa "
Gue : " Ngeledek atau gimana? "
Tere : " Dih enggak kali Saa... Sensi banget sih kamu "
Gue : " Becanda biar kita ada bahan buat obrolan "
Tere : " Kamarmu kok gelap gitu Saa "
Gue : " Maklum kan ini kamar kost "
Tere : " Oh kamu ngekost to? Lha aslinya orang mana? "
Gue : " Ya gue orang sini, cuman ya gue seneng ngekost aja "
Tere : " Orang tua kamu kemana? "
Gue : " Pada sibuk sama keluarga baru mereka "
Tere : " Maksudnya gimana ini? Kamu broken home?
Gue : " Udah-udah jangan bahas ini Ter "
Tere : " Iya deh, aku paham "
Gue : " ..... "
Gue : " Kamu mau curhat apa tadi emangnya? "
Tere : " Sebenarnya sih gak ada, aku cuman pengen ngobrol sama kamu aja "
Gue : " Begini, bagaimana kalau kita ngobrol sampai salah satu diantara kita ketiduran? "
Tere : " Boleh, dan juga nanti kalau ada yang ketiduran VCnya jangan di matiin. Tapi kamu jangan ketawa lho, seandainya aku tidur duluan trus aku ngorok "
Gue : " Buset, elo cakep-cakep masak ngorok(?) "
Tere : " Ya gitu deh, hahahaha isin aku cak! ( Duh, aku malu ) "'
Gue : " Gak apa-apa Ter. Kalo elo ngorok duluan, gue susul dah. Jadi nanti kita pas ngorok jadi sahut-sahut'an macem burung gitu "
Tere : " Ada-ada aja kamu tuh ya "
Komentar
Posting Komentar